Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya santri melek teknologi AI dan coding dalam menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus mampu menyiapkan generasi yang paham teknologi.
Baca juga : TransJakarta Pulih Pasca Kerusakan
AI dan Coding sebagai Bekal Masa Depan
Gibran menilai kecerdasan buatan (AI) dan coding merupakan keterampilan kunci yang wajib dikuasai generasi muda. Dengan kemampuan ini, santri diharapkan tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja dan industri digital.
Baca juga : Pemerintah Tanggapi Tuntutan Rakyat
Peran Pesantren dalam Transformasi Digital
Pesantren berpotensi menjadi motor penggerak literasi digital di Indonesia. Melalui kurikulum tambahan seperti pelatihan coding, workshop AI, hingga kelas digital marketing, pesantren bisa melahirkan lulusan yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Dukungan Pemerintah untuk Santri
Wapres Gibran menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan melalui program pelatihan teknologi, kolaborasi dengan startup, hingga penyediaan fasilitas belajar berbasis digital di pesantren. Tujuannya agar akses pendidikan teknologi lebih merata, termasuk di lingkungan santri.
Baca juga : Nadiem Makarim Resmi Jadi Tersangka Chromebook
Harapan untuk Generasi Santri
Dengan dorongan ini, Gibran berharap para santri tidak hanya menjadi pemimpin agama, tetapi juga inovator yang membawa perubahan. Santri melek teknologi AI dan coding akan mampu menciptakan peluang baru, baik di dunia usaha maupun sosial, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
