Menjelang IIXS 2025, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menegaskan bahwa hilirisasi digital akan menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekosistem teknologi di Indonesia. Hilirisasi digital tidak hanya membahas infrastruktur, tetapi juga bagaimana hasil transformasi digital dapat berdampak langsung pada masyarakat dan perekonomian nasional.

Peran AI dalam Percepatan Ekonomi

Selain hilirisasi, APJII menyoroti pentingnya kecerdasan buatan (AI) dalam mempercepat transformasi digital. AI dinilai mampu mendorong efisiensi di berbagai sektor, mulai dari industri, layanan publik, hingga UMKM. Dengan pemanfaatan AI yang tepat, Indonesia diyakini dapat memperkuat daya saing global di era digital.

Baca juga : Vitalik Buterin Reclaims Onchain Billionaire Status as Ether Price Nears $4.3K

IIXS 2025 Sebagai Momentum Kolaborasi

IIXS 2025 dipandang sebagai momentum strategis bagi para pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk memperkuat kolaborasi. APJII menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar hilirisasi digital dan implementasi AI dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tantangan dan Harapan

Meski prospek hilirisasi digital dan AI di Indonesia cukup besar, tantangan tetap ada. Mulai dari literasi digital yang masih timpang, kesiapan infrastruktur, hingga regulasi yang harus mendukung inovasi. APJII berharap melalui forum seperti IIXS 2025, Indonesia mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif dan ekosistem digital yang sehat.

Baca Juga : Crypto Influencers Are Replacing VCs β€” And Why That’s Good for Investors

Menuju Ekonomi Digital yang Kuat

Dengan hilirisasi digital yang terarah dan pemanfaatan AI yang inklusif, APJII percaya Indonesia dapat mencapai lompatan besar menuju ekonomi digital yang lebih kuat. IIXS 2025 menjadi langkah nyata untuk mengakselerasi visi tersebut, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama di ranah digital global.

Baca juga : Bitcoin DeFi, Tokenization, and Stablecoins Drive July VC Funding Surge